Time is money

Senin, 24 Januari 2011

Brokoli Cegah Kanker Lambung

\"No more broccoli on the White House menu\". Masih ingat pernyataan George W. Bush sesaat setelah dirinya terpilih sebagai Presiden AS yang ke-41?
Keengganannya makan brokoli mendapat protes dari petani brokoli yang mengirim berton-ton brokoli ke Gedung Putih, bahkan karena bencinya pada sayur berbentuk kribo ini, Bush juga melarang brokoli menjadi menu Air Force One
Sebaiknya kebiasaan buruk tersebut jangan ditiru. Pasalnya, dalam brokoli terdapat bahan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Bahan ini bisa digunakan sebagai dasar pengobatan beberapa kasus luka dan kanker lambung.
Tes laboratorium menemukan bahan kimia bernama sulforaphane (SFN), yang bisa membunuh Helicobacter pylori (kuman penganggu kerja lambung). Tentu saja, ini memberi dampak sangat positif bagi kesehatan. Apalagi kuman tersebut penyebab utama kasus luka dan kanker lambung.
Peneliti dari John Hopkins University di Baltimore berharap bisa menguji sulforaphane. Yang ingin dibuktikan adalah diet sayur kaya sulforaphane bisa membantu mengatasi infeksi kuman ini. Sebenarnya, kombinasi antibiotik kuat bisa membantu membunuh Helicobacter pylori pada 15-20 persen kasus.
Tak hanya baik bagi kesehatan lambung, brokoli memiliki sifat anti-acetylcholinesterase, yang baik bagi penderita Alzheimer. Penelitian yang dilakukan King\'s College London menyatakan bahwa brokoli memiliki sifat anti-acetylcholinesterase yang paling kuat dibandingkan sayuran lainnya. Oleh karena itu brokoli digunakan dalam penelitian lebih lanjut untuk mencari senyawa yang memunculkan sifat tersebut, dan didapatkan kandungan glucosinolates, kelompok senyawa yang lazim terdapat pada keluarga kubis-kubisan (brassicaceae).
\"Sejauh ini belum ada bukti bahwa mengkonsumsi brokoli akan memberi manfaat baik bagi penderita Alzheimer. Namun mengkonsumsinya dalam jangka panjang, bisa mengurangi penurunan kadar acetylcholine dalam sistem saraf pusat, yang memicu terjadinya Alzheimer,\" papar profesor Peter Houghton dari King\'s College London.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar